Bukan kaledoiskop
Aku tak pandai merekap kejadian. Namun kepalaku seakan terus memutar kejadian demi kejadian yang tak kuinginkan. Ternyata sudah satu tahun lebih aku mengalihkan diri. Tadi pagi, aku menyempatkan untuk berjalan kaki. Tak kusangka pengalaman jalan kaki pagi hari bisa sangat emosional. Sepanjang jalan, terutama saat melewat tempat-tempat yang pernah aku datangi sebelumnya, seperti rumah si kucing gendut, waduk Wonorejo, maupun tanjakan menuju rumah, air mata ini mengalir tanpa aba-aba. Ternyata bagian paling pahit adalah menyelami kenangan. Bagian paling sulit adalah memiliki memori. Memori yang tak bisa dibuang layaknya barang. Dia menyatu bersama diriku. Di saat yang tersisa hanya diriku yang tak banyak.. Bagian terberat ternyata menghadapi diriku sendiri.